polling gubernur sumatera utara 2013

ayo tunjukan pilihan mu dalam pilkada 2013 ini.

Ayo survey Calon Gubernur yang akan memenangkan PILKADA SUMUT 2013 ?

nomor urut (5) PROFIL CAGUBSU:Si Ganteng, Gatot Pujo Nugroho

 

profile H. Gatot Pujo Nugroho, ST
Nama                           : H. Gatot Pujo Nugroho, ST
Tempat/Tgl Lahir        : Magelang, 11 Juni 1962
Pendidikan       :
–         SD Negeri di Magelang
–         SMP Negeri I Magelang
–         STM Negeri Magelang
–         D3 Program Instruktur Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB), tamat 1986
–         S1 Jurusan Teknik Sipil ITB, tamat 1999
–     Program Pasca Sarjana USU Jurusan Perencanaan Wilayah Daerah (Sedang   Berlangsung)
Pekerjaan         :
–        Plt Gubernur Sumatera Utara-sekarang
–         Konsultan Kerohanian di RM Wong Solo 1999-2003
–         Komisaris PT Fasbiru 2005-sekarang
Organisasi        :
–         Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera  Sumut ( 2006 – 2010 )
–         Anggota Dewan Penasehat FKPPI Sumut
–         Anggota Dewan Penasehat DPW Pujakesuma Sumut

Sosoknya selalu berpenampilan rapi dan sederhana. Dia dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Nama Gatot Pujo Nugroho mencuat dan mulai dikenal luas bersamaan dengan amanah diembannya sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut 2006-2011.
Sebelumnya, meski aktif dalam kegiatan dakwah bersama PKS, nama Gatot belum begitu dikenal di tengah-tengah publik. Pasalnya, karena tercatat sebagai dosen di Politeknik Negeri Medan (Polimed), namanya tidak masuk dalam struktur kepengurusan PKS Sumut. Bersamaan dengan terpilihnya dia sebagai Ketua DPW PKS Sumut dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I PKS Sumut pada akhir 2006 lalu, Gatot pun secara resmi mengundurkan diri sebagai staf pengajar di Polimed.

Sebagai pimpinan tertinggi di tingkat propinsi dari partai politik yang tengah berkembang pesat, nama Gatot pun dengan cepat melejit dan mulai dikenal warga Sumut. Keluesannya dalam bergaul membuatnya makin cepat diterima di berbagai kalangan. Tak heran bila dia kemudian pun dipercaya sebagai penasehat di salah satu ormas pemuda dan salah satu organisasi kedaerahan yang cukup berpengaruh.
Gatot yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 11 Juni 1962 lalu. Ayahnya Juli Tjokro Wardoyo adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Ibunya, Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga yang dikenal sebagai ketua pengajian kaum ibu di lingkungannya.
Gatot tumbuh besar di komplek prajurit TNI di Magelang. Selain terbiasa dididik dengan disiplin tinggi khas keluarga tentara, Gatot dan saudara-saudaranya juga tumbuh dalam suasana keluarga yang religius. Kedua orangtuanya, termasuk kakek nenek dari kedua orangtuanya itu, dikenal sebagai tokoh agama dan panutan di lingkungannya masing-masing.
Suasana keagamaan cukup kental itu yang membuat Gatot sejak kecil dekat dan punya minat tinggi dengan Keislaman. Sejak duduk di bangku Sekola Dasar, Gatot sudah terbiasa menjaga sholat lima waktunya. Karena kedekatannya dengan hal-hal berbau Keislaman itu pula membuatnya digelari ”Kyai” oleh rekan-rekan sepermainannya. Julukan ”Kyai” itu masih sering diucapkan teman-temannya sampai dia duduk di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM).
Karena minatnya yang tinggi terhadap Keislaman membuat Gatot sejak kecil, selain bercita-cita jadi tentara, juga berkeinginan menjadi Ulama atau Kyai. Tapi karena keterbatasan biaya mengingat ayahnya yang hanya parajurit biasa memaksa Gatot mengurungkan niatnya. Dia harus menghapus mimpinya untuk melanjutkan pendidikannya ke Pesantren Modern Gontor setamat dari Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Magelang.
Dengan harapan, nantinya bisa langsung bekerja setamat sekolah, ayahnya meminta Gatot melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Magelang. Setelah melewati ujian, Gatot menjadi satu-satunya siswa SMP Negeria 1 Magelang yang bisa lolos ke STM Negeri Magelang yang saat itu menjadi favorit.
Menjelang tamat STM, Gatot yang juga punya keinginan besar untuk menjadi tentara itu berniat mengikuti test Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Namun karena keterbatasan biaya, lagi-lagi Gatot harus mengurungkan niatnya. Ayahnya berharap besar dia langsung bekerja setamat dari STM agar bisa meringankan beban ekonomi keluarga.

Lulus STM, Gatot langsung pun diterima bekerja sebagai tenaga lapangan di salah satu perusahaan kontraktor. Dia pun akrab dengan pekerjaan kasar, bersentuan dengan batu, semen, pasir dan lainnya. Kulit kakinya yang kasar dan berlubang-lubang karena pekerjaan kasar yang ditekuninya itu membuatnya harus tersingkir di test bidang kesehatan saat mencoba melamar untuk Sekolah Calon Bintara (SECABA) Angkatan Darat (AD).
Setahun bekerja sebagai tenaga lapangan kontraktor, Gatot mendapat info adanya program beasiswa penuh pendidikan D3 Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk instruktur di Politeknik yang akan didirikan di berbagai daerah di Indonesia.
Karena tak akan dipungut biaya pendidikan, Gatot ikut test dan akhirnya dinyatakan lulus. Kelak setamat mengikuti program D3 ITB tersebut, Gatot ditempatkan sebagai staf pengajar di Politeknik Universitas Sumatera Utara (USU) sejak 1986. Bersamaan dengan penempatannya di Medan itu lah, Gatot pindah ke Medan sampai saat ini.
Semasa kuliah di program D3 ITB tersebut, Gatot mulai bersentuhan dengan aktivitas masjid kampus. Dia aktif di Masjid Salman ITB dan juga Masjid Taqwa yang ada di lingkungan kostnya di Komplek TNI AD di Geger Kalong, Bandung. Kebetulan Masjid Taqwa tersebut persis berada di depan rumah dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Di masa itu, Gatot dan Aa Gym berinteraksi cukup dekat dengan bersama-sama aktif menghidupkan Masjid Taqwa tersebut dengan berbagai kegiatan.
Setelah ditempatkan di Politeknik USU, Gatot pun aktif di masjid kampus, yakni Masjid Dakwah USU. Aktivitas dakwah di kampus itu lah yang terus berlanjut sampai kemudian Gatot pun terlibat aktif dalam dakwah bersama PKS. Seperti yang suduh jamak diketahui, PKS merupakan partai yang dilahirkan para mahasiwa yang aktif dalam dakwah di kampus-kampus se-Indonesia.
Di tengah semangat dakwah pula Gatot menemukan pasangan hidupnya Sutias Handayani yang juga aktivis dakwah kampus. Mereka dijodohkan oleh guru mengajinya masing-masing dan melangsungkan pernikahan pada 10 Mei 1990. Sampai saat ini mereka telah dikaruniai lima anak yang kesemuanya puteri. Dua dari lima anak mereka saat ini menempuh pendidikan di Pesatren Kuningan, Jawa Barat.

Karir Politik
Seiring waktu intensitas kegiatannya di partai semakin tinggi. Puncaknya ketika dia dipercaya menduduki jabatan sebagai Plh Ketua DPW PKS Sumut pada tahun 2005 ketika ketua yang lama yakni Ustadz Muhammad Nuh terpilih duduk di legislatif. Saat itulah Mas Gatot memilih mengundurkan diri dari Politeknik USU.
Begitulah, selanjutnya Mas Gatot diminta menjadi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mendampingi Syamsul Arifin. Jabatan Ketua DPW PKS pun seketika diserahkan kepada Musthofa Ismail.
Pasangan yang popular di sebut Syampurno ini akhirnya tampil sebagai pemenang dalam Pemilukada gubernur langsung pertama oleh rakyat di tahun 2008. Pasangan berslogan, “Rakyat tidak sakit, rakyat tidak lapar dan rakyat tidak bodoh,” yang dilantik 16 Juni 2008 sayangnya kandas di tengah jalan.
Gatot Pujo Nugroho diangkat menjadi penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) terhitung sejak 21 Maret 2011. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.15/P Tahun 2011 tertanggal 21 Maret 2011.
Keppres No.15/P Tahun 2011 tersebut diserahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemdagri) Diah Anggraeni, kepada Gatot Pujo Nugroho di Kantor Mendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Pengangkatan sebagai Pj Gubernur itu karena Gubernur Syamsul Arifin saat ini berstatus tersangka, dalam kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lngkat. Syamsul ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan dititipkan di Rutan Salemba.
Sumber

 

nomor urut (4) pasangan Amri Tambunan-RE Nainggolan

Profile Drs H Amri Tambunan

Nama : Drs H Amri Tambunan
Tanggal Lahir:23 Janurai 1949
Tempat Lahir:Labuhan Batu
Alamat  : Lubuk Pakam,Deli Serdang
Amri Tambunan merupakan Putra sulung Alm Djamaluddin Tambunan yang pernah menjabat  sebagai Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987)..

Amri adalah lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) jurusan Sosial Politik. Karirnya di pemerintahan pun diawali dari jenjang yang paling rendah yaitu menjadi Pelaksana Lurah. Jabatan itu diembannya ketika Pak Amri baru saja lulus dari APDN Medan pada tahun 1977. Pak Amri juga pernah menjabat sebagai Kaur Pembinaan Masyarakat di Kantor Camat Medan Johor pada tahun 1999 sebelum melanjutkan pendidikan ke IIP Jakarta.

Riwayat Jabatan :
1.Kaur Pembinaan Masyarakat Kantor Camat Medan
Johor 1979 – 1981
2.Camat Tanjung Morawa 1984 – 1988
3. Asisten II Setwilda Tk. II Deliserdang 1988 – 1995
4. Pembantu Bupati Deli Serdang Wilayah IV 1995 – 1997
5. Kepala Subdis Retribusi Dispenda Tk. I SU 1997
6. Kepala Biro Humas Setdasu 1997 – 1999
7. Sekretaris Daerah Kota Medan 1999 – 2002
8.  Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provsu
2002 – 2004
9. Bupati Deli Serdang. (2004 – 2009, 2009 – 2014
Putra Seorang Pejuang
Drs. H. Amri Tambunan dilahirkan dari sosok keluarga pajuang Bapak Mayor (T) H. Djamaluddin Tambunan (alm) dan Ibu Lettu Hj. Nubanum Siregar (almh) yang keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Medan. Semasa mudanya Almarhun H. Djamaluddin Tambunan adalah tokoh pemuda yang berjuang mengangkat senjata melawan penjajah di wilayah Tanjungbalai, Asahan, Labuhan Batu dan Tapanuli. Berkat perjuangan beliaulah pada pasca Proklamasi Kemerdekaan beliau diamanahkan menjabat sebagai Wedana Tanjungbalai (1946), kemudian menjadi Patih di Asahan (1947), terus menjadi Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhan Batu (1949), Walikota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumut (1960), Sekwildasu (1973), Gubernur Jambi (1974), Kabanlitbang Depdagri (1980) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1987).
Dilahirkan pada masa sulit tanggal 23 Janurai 1949 dalam kondisi bangsa Indonesia mengalami tantangan besar akibat adanya upaya penjajah untuk kembali menjajah Indonesia, Ibu Hj. Nurbanun harus berkali-kali mengungsi karena tekanan bangsa penjajah. Dalam dalam kandungan, Amri Tambunan sudah merasakan pahit getirnya hidup di pengungsian. Bahkan pada saat hamil tua, Ibu Hj. Nurbanun ditangkap dan ditawan Belanda di Tanjungbalai untuk memaksa agar suaminya Mayor Djamaluddin Tambunan yang berjuang melawan Belanda menyerahkan diri kepada penjajah.
Meski melahirkan di rumah sakit dalam kondisi sebagai tawanan Belanda, Ibu Nurbanun dan bayinya berhasil melarikan diri dengan bantuan para pejuang. Berhari-hari Ibu Nurbanun dnegan Amri kecil di dalam gendongannya harus berjalan kaki keluar masuk hutan menghindari kejaran Belanda. Perjuangan berat sewaktu kecil inilah yang kiranya membuat sosok Amri Tambunan menjadi seorang pribadi yang tangguh, tegas dan berwibawa.

Amri Tambunan dilahirkan sebagai anak kedua, sebelumnya pasangan ini telah dianugerahi seorang anak perempuan yang diberi nama Irma. Namun karena sulitnya kehidupan pada waktu itu karena terus dikejar-kejar Belanda, mereka harus sering berpindah tempat dan mengungsi bahkan sampai ke Padangsidempuan. Akibatnya, Irma yang baru berusia empat bulan itu tak mampu bertahan dan meninggal dunia di pengungsian dan kelahiran Amri menjadi penawar kesediahan mereka. Itulah sebabnya nama anak kedua itu diberi nama Amri yang merupakan kebalikan dari nama kakaknya. Pendidikan dasar dijalani Amri Tambunan di pematang siantar dan tamat SD tahun 1961, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Medan. Pendidikan di bangku SMA dijalani Amri di tiga sekolah yaitu kelas 1 di SMA Negeri 1 Medan, kelas 2 di SMA Negeri 1 Sipirok, kelas 3 di SMA Negeri 2 Pematang Siantar. Sempat menuntut ilmu di Fakultas Tekini USU, tapi kemudian memilih menekuni ilmu pemerintahan di APDN Medan dan terus melanjutkan ke IIP Jakarta. Suasana yang penuh perjuangan itulah yang nampaknya mewarnai sosok Pak Amri yang berani, tegas, bersahaja dan santun sehingga sangat dekat dengan rakyat. Semoga Pak Amri dapat beri rahmat dan hidayah oleh Allah subhanawata’ala untuk melanjukan pengabdiannya memimpin Sumatera Utara.

SUMBER

nomor urut (3) PROFIL CAGUBSU: CHAIRUMAN HARAHAP

 

Nama                    :  H Chairuman Harahap SH, MH
Tempat Tgl Lahir :  Gunung Tua,10 Oktober 1947
Alamat                  :  Jl.Hidup Baru No.17 Gandaria,Jaksel
Nama Istri            :  Ratna Sari Lubis
1960    :    Lulus dari SD Rakyat Gunungtua
• 1963    :    Lulus dari SMP Negeri Pargarutan Padang Sidempuan
• 1966    :    Lulus dari SMA Negeri III Medan
• 1974    :    Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S1)
• 2005    :    Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S2)
• 2010    :    Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (S3)
• 1980    :    Penataran Kasi Intelijen Kejaksaan Agung RI (Predikat 2 terbaik)
• 1981    :    Kursus Perwira Intelijen SEINTELSTRAT BAIS–ABRI (Predikat 5 terbaik)
• 1984    :    Kursus Perwira Intelijen Strategis SEINTELSTRAT BAIS–ABRI (Predikat 2 terbaik)

• 1989    :    Pendidikan Jaksa Spesialis Penyelundupan Kejaksaan Agung RI (Predikat 1 terbaik)

• 1995    :    SESPANAS Lembaga Administrasi Negara (Predikat 9 terbaik)
• 1998    :    Penataran P4 Kontekstual BP7 Pusat
• 2000    :    KSA VIII LEMHANNAS
• 2003    :    Calon Gubernur Sumatera Utara dari Partai Golongan Karya (GOLKAR)
• 2008    :    Kepala Bidang Survey dan Statistik Bappilu DPP Partai Golongan Karya
• 2009    :    Kordinator Bidang Hukum untuk Pemilu Jusuf Kalla – Wiranto
• 2009    :    Anggota DPR-RI komisi III dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR-RI
• 2010    :    Ketua Komisi II DPR-RI
• 2012    :    Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya DPR-RI dan juga Anggota Komisi VI DPR-RI
Nama Chairuman Harahap sudah tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Lelaki berusia 61 tahun ini dikenal tokoh yang selalu berada di tengah pusaran politik masyarakat Sumut. Maka itu tak heran, sosoknya seolah tak pernah lekang dari ingatan masyarakat Sumut.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut ini juga dikenal sebagai sosok pekerja keras, ulet dan pemberani. Dia tidak pernah merasa takut dengan ancaman dan teror. Dalam bukunya berjudul “Merajut Kolektivitas Melalui Penegakan Supremasi Hukum,” Chairuman mengatakan: “Kalau takut, tak usah jadi Jaksa”.

Ayah dari dari; Wannahari Harahap, Maulida Sari Harahap, Diatce Gunungtua Harahap dan Muhammad Rizki Harahap ini memang luar biasa. Betapa tidak, karena setelah mejadi staf Ahli Jaksa Agung (200), karir Jaksa dari suami Ratna Sari Lubis ini kembali bersinar, yakni ditugaskan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan akhirnya benar-benar tembak langsung ke Jakarta sebagai dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum. Pekerja keras ini akhirnya pensiun sebagai Deputi Menko Polhukkam Bidang Hukum dan HAM Setelah sebelumnya terlibat dalam Anggota Steering Committee RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Berbahagialah ayahbundanya, H. Sutan Mangarahon Harahap dan Hj. Aisyah Lubis ini, karena karier anahandanya berjalan dengan baik tahap demi tahap melalui gemilang dengan deretan karir berikut ini:

Jenjang Karier

1. Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Riau (1991)
2. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku (1993)
3. Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Jawa Barat (1994)
4. Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sumatera Selatan (1995)
5. Wakajati Sulawesi Utara (1996)
6. Inspektur Padang Bidang Pengawasan Kejagung (1998)
7. Kepala Pusat Operasi Intelejen (Kapusopsin) Kejagung (1999)
8. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Pidsus Kejagung (2000)
9. Direktur Upaya Hukum dan Eksekusi Tindak Pidsus (2000)
10. Staf Ahli Jaksa Agung (2000)
11. Anggota Steering Committee RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
12. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
13. Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum
14. Deputi Menko Polhukkam Bidang Hukum dan HAM

sumber

nomor urut (2) PROFIL CAGUBSU: Effendi M. S. Simbolon

Profile Effendi M. S. Simbolon

 Nama Lengkap : Effendi M. S. Simbolon
Alias : Effendi Simbolon
Kategori : POLITIKUS
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Banjarmasin
Tanggal Lahir : Jumat, 1 12 1964
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia

Istri : Dessy Trinita Br Tobing

Effendi M.S. Simbolon adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Pria kelahiran Banjarmasin tanggal 1 Desember 1964 ini berhasil melenggang ke Senayan setelah dirinya berhasil memperoleh sebanyak 59.718 suara. Di DPR RI sendiri, Simbolon ditunjuk untuk menjabat sebagai wakil ketua komisi VII yang fokus pada bidang permasalahan Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup. Simbolon yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, sempat diusung sebagai bakal calon sekretaris jenderal PDIP untuk periode tahun 2010 hingga 2015. Dia dinilai oleh kader-kader lain sebagai sosok yang kritis dan membangun, sosok inilah yang dirasa dibutuhkan oleh PDIP untuk ke depannya. Selain di dunia politik, Effendi Simbolon juga aktif di berbagai kegiatan lainnya. Dia ditunjuk menjadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Teladan 82, Jakarta. Dengan anggota sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai kalangan. Salah satu alumninya adalah Menko Kesra Aburizal Bakri. Pada tahun 2008, simbolon juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PB Lembaga Karatedo Indonesia (PB Lemkari) hingga tahun 2012 menggantikan ketua lama periode 2004-2008, Doddy Susanto. Di Lemkari, Effendi Simbolon, akan dibantu Wakil Ketua I Bambang Wuryanto serta Wakil Ketua II merangkap Ketua Harian Sasongko serta 22 anggota pengurus lainnya. Effendi Simbolon juga merupakan salah satu penggagas terbentuknya Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), sebuah perkumpulan bagi keluarga dengan marga Simbolon. Effendi Simbolon pun kemudian diangkat untuk menjadi ketua umum pungguan tersebut. Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) sendiri rencananya akan mengadakan “Pesta Bolon” bersama ribuan masyarakat Batak marga Simbolon (Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia/PSBI) yang ada di Jabodetabek pada 1-7 Juli 2012 yang dimeriahkan oleh sekitar 200 orang seniman dan artis ibukota. Perhelatan “Pesta Bolon” itu dimaksudkan sebagai sebentuk ungkapan syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga sebagai wahana agar masyarakat Batak yang tersebar di berbagai daerah perantauan tetap mengenal akar budaya mereka. Karenanya “Pesta Bolon” itu juga akan mengundang perwakilan 100-an marga Batak lainnya untuk turut memeriahkan kegiatan.
PENDIDIKAN

SDN Cendrawasih Banjarbaru (1969-1975)
SMPN 41 Jakarta (1975-1979)
SMA Negeri 3 Jakarta (1979 – 1982)
Universitas Jayabaya (1983 – 1988)

KARIR

Asisten Direktur Djajanti Group (1987 – 1991)
PT Chandra Asri/Bimantara (1991 – 1996)
PT Pupuk Kaltim (1997 – 1999)
PT Afro Jaya (1999 – sekarang)
PT SAS Internasional

SUMBER

Nomor urut (1) PROFIL CAGUBSU:Gus Irawan Pasaribu

profile Gus Irawan Pasaribu

Nama                :Gus Irawan Pasaribu
Tempat/tgl Lahir : Padang Sidimpuan, 31 Juli 1964
Isteri : Asrida Murni Siregar.
Anak : Okty Divita Irawan Pasaribu, Putra Ahmad Syarif Irawan,Pasaribu, Fauzan Faris Irawan Pasaribu

Pendidikan Formal:

-SD Negeri 7 Padang Sidimpuan 1976
-SMP Negeri I Medan 1980
-SMA Negeri Medan 1983
– Fak Ekonomi/Akuntansi Universitas Syah Kuala tahun 1988
– Magister Manajemen Pascasarjana USU tahun 2009

Pekerjaan :

Sejak 1 Maret 1990 sampai sekarang bekerja di Bank Sumut. Jabatan sekarang Direktur Utama PT Bank Sumut (2000-sekarang)
Ketua Umum KONI Sumut (2007-2011)
Penghargaan Olahraga:
1. Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga
Sumatera Utara dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri, tahun 2003.
2. Tokoh olahraga yang berhasil memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu
tahun 2007.
3. Tokoh Olahraga Sumatera Utara tahun 2010 dari Gubernur Sumut.
Tokoh Penggerak Pembangunan Investasi Daerah.Gus Irawan Pasaribu bersaudara : tertua Bomer Pasaribu (Dubes Denmark & Lithuania), H Panusunan Pasaribu (Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, mantan Bupati Tapteng), H Ibrahim Pasaribu (Baker Indonesia), H Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Hj Lisliwati Pasaribu (Guru, PNS di Padang Sidempuan), H Gus Irawan Pasaribu (Dirut Bank Sumut) dan Jon Sujani Pasaribu (Pemimpin Divisi BNI Syariah).
TERLALU banyak nilai plus dan talenta yang dimiliki pria kelahiran Padang Sidempuan 31 Juli 1964 ini. Dia jagoan beberapa cabang olahraga, ahli manajemen, bankir visioner, suara pun merdu bak biduan saat bersenandungMulti talenta itulah yang dipadukan Gus Irawan Pasaribu dalam menahkodai biduk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut periode 2007-2011. Sejak terpilih sebagai Ketua Umum tiga tahun silam, suami dari Asrida Murni Siregar ini menjadikan KONI Sumut sebagai organisasi besar yang tertib administrasi, transparan, memasyarakat, dan super aktif menggerakkan pembangunan olahraga.Hanya beberapa bulan kepemimpinannya, Direktur Utama PT Bank Sumut itu berhasil membawa Sumatera Utara meraih Juara Umum untuk kali pertama dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se – Sumatera 2007 yang diadakan empat tahun sekali.

Sukses itu diraih bukan hanya karena kepiawaian manajerial semata, namun juga karena kecintaannya terhadap dunia olah-raga. Ayah dari satu putri dan dua putra ini merupakan atlet eksekutif cabang olahraga golf, futsal, sepakbola, tenis, jetski, boling, dan banyak lainnya.

Bankir berumur 46 tahun ini secara individu juga sudah akrab dengan berbagai prestasi olahraga, begitu pula tarik suara. Alumni SMA 1 Medan, S1 Fakultas Ekonomi Universitas Syah Kuala dan Pasca Sarjana USU itu antara lain Juara I Bankers Idol pada Porseni Perbankan Sumut 2007, juara berbagai turnamen golf, dan runner-up Marathon 1200 CC Open pada Kejuaraan Nasional Jetski di Danau Toba 2004.
Gus Irawan juga sudah menerima banyak penghargaan, di antaranya Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga Sumut dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2003), Tokoh Olahraga yang memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu (2007) dan Tokoh Peduli Pendidikan dari PGRI Sumut (2007).
Di tangannya, KONI Sumut selalu berupaya memasukkan unsur hiburan dalam setiap even yang mereka gelar, seperti halnya pada Porprovsu 2010 lalu. Mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tebing Tinggi 1996-2000 dan Ketua Umum PASI Sumut 2002Ð2007 itu menyadari sepenuhnya, gebyar olahraga ibarat ‘sayur tanpa garam’ jika minus entertaint.
Demi melengkapi ilmu manajemen sport entertaint dan sport bussnies, Gus Irawan pun tak segan-segan berkorban dana, tenaga dan waktu untuk belajar dari berbagai sukses even akbar, di antaranya Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games Guangzhou 2010.
Transformasi ilmu dan pengalaman itu semua, diyakininya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan obsesi dan misi besarnya, menjadikan Sumut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga (PON) buat kali kedua, tahun 2020 mendatang.
’Kita telah melakukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Baru-baru ini kita mengundang KONI Se Sumatera untuk membuka jalan ke sana sekaligus membahas Porwil ke-8 tahun 2011,’ jelas mantan Ketua Umum Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Sumut (2004-2009) dan Ketua Satgasda Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Sumut (2006-2008) tersebut.
Dengan Riau sebagai tuan rumah PON 2012 dan Jawa Barat pada 2016, Tokoh Penggerak Pembangunan Olahraga Sumatera Utara 2010 dari Harian Berita Sore itu mengaku, KONI Sumut juga terus berkomunikasi dan saling dukung.

Bankir muda penggemar jus alpukat dan sup Sipirok ini juga yakin, pembangunan fasilitas olahraga Sumut yang sekarang terkesan sangat lamban, bisa terdorong dengan sendirinya jika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah PON mendatang.

SUMBER